Monday, March 14, 2016

Air Terjun Sungai Liku – Pesisir Selatan



Air terjun ini terletak di kampung Sungai Liku kenagarian Palangai BalaiSelasa Kecamatan Ranah Pesisir kabupaten Pesisir Selatan. Air terjun yang sangat indah ini berasal dari sebuah telaga yang terdapat diatasnya. Air terjun yang terdapat di daerah perbukitan didalam areal TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) ini sangat indah penuh ketenangan dan berair sangat sejuk
Hal ini dikarenakan oleh hutan disekelingnya masih asli . Disini masih dapat dijumpai beberapa jenis burung yang di sudah mulai langkah di temui di tempat lain seperti Burung tempua,murai batu,balam,punai dan barabah.

Kalau hoki lagi bagus di tempat ini juga bisa dijumpai Burung Kuau yang telah dilindungi atau babi hutan yang lagi bermain di alam bebas.

Selain itu ditempat ini anda juga dapat mendengar suara siamang dari kejauhan
Di air terjun sungai liku yang masih perawan ini juga dapat dijumpai binatang mamalia sejenis kera yang berbulu merah yang dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama simpai.
Menurut Darmawan,S.Ag salah seorang toko masyarakat di kampung Sungai liku ini.Masyarakat Sungai Liku akan bergotong royong bahu membahu untuk membuka akses jalan ke air terjun yang indah ini.

Walau masih dengan jalan setapak saja objek wisata air terjun sungai liku ini sudah ramai juga dikunjungi orang apalagi jika akses jalannya sudah ada tukuknya.
Untuk mencapai lokasi air terjun ini dari Padang anda menuju ke Painan terus ke Balai Selasa,sebelum memasuki Balai Selasa ada simpang Sungai Liku,anda belok kiri sesampai di dekat mesjit Sungai Liku anda dapat bertanya ke Masyarakat.Biasanya Pak Darmawan selalu ada disekitar sini.

Sarasah Sikayan Balumuik - Gadut Padang



Semenjak ada sosmed, hal postif yang bisa saya tangkap yaitu semakin banyaknya tempat-tempat wisata yang mencuat ke permukaan karena share dari orang-orang, Sebagai warga Padang, Sumatera Barat, saya juga sangat senang mengunjungi berbagai keindahan alam yang ada di Padang dan Sumatera barat. Jadi belakangan lumayan booming ini berbagai air terjun yang ada di Padang, salah satunya Air terjun Sarasah Sikayan Balumuik, ada yang bilang juga air terjun 7 tingkat, atau 100 tingkat, Saya juga bingung mana yang benar, banyakan orang-orang cuma bilang "Sarasah Gaduik". 

Dari dulu sebenarnya dah sering dengar yang namanya "sarasah sikayan balumuik", cuma karena akses dan info yang gak begitu jelas dan susah di dapat (gak seperti sekarang) serta banyaknya cerita-cerita mistis dan mengerikan yang saya dengar, membuat niat yang dulu pengen explore jadi menciut. Tapi semenjak adanya sosmed, info-info terbaru dan situasi terkini pun jadi update, dan dari berita yang di dapat si kayaknya aman-aman aja, jadi semangat lagi untuk explore berbagai tempat-tempat menarik di Sumbar.

Jadi saya dan 5 orang teman saya, kebetulan ini yang hobinya emang suka berkelana, kami pun coba mengunjungi sarasah sikayan balumuik di gaduik ini. Perjalanan menuju gadut kalau dari rumah saya Andalas si lebih kurang 30 menit. Jadi bagi yang pernah dengar rumah sakit jiwa di gadut, nah terus aja lurus ke atas, nanti mentok nemu jalan aspal berbatu, tetap lurus aja sampai habis jalan lebih kurang juga memakan waktu 30 menit sampai45 menit. Nah setelah itu kalau ragu bisa tanya warga sekitar. Sebelum sampai tempat parkir motor, agak terus jalan sampai akhirnya ketemu warung, dan bisa titip motor disana. 

Perjalanan menuju air terjun (Kyo, Gie, Miju, Dhita, Tika)
Setelah titip motor, lebih kurang jalan sekitar 30 menit, akhirnya kami pun menemukan Air terjun yang di maksud. Kita menyebrang sungai untuk bisa sampai ke Air terjun. Karena sungai yang kering, jadi pas nyebrangnya bisa di bebabatuan. Ekspetasi awal si air terjunnya keren, tapi cuma sedikit tempat main, cuma ada kolam kecil, dan sungai di bawahnya juga kering dan gak begitu bisa jadi tempat main. 

Sampai di lokasi, Sebelum nyebrang sungai
Menyebrang sungai
Kami sampai masih pagi, jadi matahari tepat berada di belakang air terjun, jadi pas difoto melawan matahari.. Karena masih sejuk, kami langsung siap siap mandi di bawah air terjun. Brrr~ segarnya air pegunungan yang dingin semakin semangat buat mandi-mandi. Awalnya masih sangat sepi, dan bahagia sekali rasanya hanya ada kami.

Matahari Pagi
Miju, Kyo, Tika, Dhita
Setelah main beberapa saat, kami iseng coba manja bebatuan di samping air terjun. Ternyata saya baru tau, kalau di atasnya juga ada lagi air terjun, dan area yang lebih luas untuk bermain. Dan lebih mengejutkan lagi, kami yang awalnya mikir cuma ada kami, gak taunya di atas lebih rame orang-orangnya,, hahaha (jadi malu sendiri).  Sebenanrnya masih ada lagi di atasnya. Tapi jalan ke atas lebih menantang lagi dari pada menuju tingkat 2. Teman-teman pun melarang saya untuk coba ke atas. Setelah puas foto foto dan main di atas tingkat 2, saya pun kembali turun ke bawah, karena lebih sepi dan lebih leluasa buat main.

Manjat di tingkat ke2
Suasana Di tingkat 2
Setelah main beberapa jam, kami pun akhirnya memutuskan untuk kembali pulang. Karena bingung mau ganti baju dimana, kami memutuskan untuk mandi dan ganti baju di rumah salah seorang teman kami, sebut saja namanya Roku yang tinggal masih di kawasan gadut. Capek main-main yang ada setelah ganti baju malah ketiduran. Kelaparan dari siang, sorenya kami makan di pasar baru.


Jadi inilah cerita singkat saya petualangan di sarasah gaduik.

Miju, Gie, Kyo, Tika, Dhita, Roku

Air Terjun Sarasah Tanggo

Air Terjun Sarasah Tanggo terletak di Kanagarian Sarilamak Jorong Taratak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Koto, Propinsi Sumatera Barat.

Air Terjun Sarasah Tanggo

Air Terjun Sarasah Tanggo mempunyai ketinggian lebih dari 100 m. Airnya tidak sempat kering, walapun di periode kemarau, meluncur jatuh lewat dinding batu yg berbentuk tanggo (tangga) diselingi sesekali siulan satwa-satwa mungil disekitarnya.
Air terjun ini berada di lereng Gunung Bungsu, persis di belakang komplek Perkantoran Kab Lima Pulu Koto. Dini serta terdapat danau buatan tidak jauh dari ruangan air terjun.
Suasana alamnya masuh alami yg disekelilingnya terdapat hutan konservasi & bermacam macam type satwa. Nama Tanggo dalam bahasa minangkabau yg berarti jenjang sebagai penghubung & kebanyakan dipergunakan dari basic tanah buat naik keatas, namun lebih ternama dgn sebutan janjang yg dipergunakan buat mengangkat padi atau menurunkan dari atas lumbung. Disini serta tidak jarang diadakan program selamatan sehabis gotong royong yg gunanya yaitu buat menghilangkan riak-riak mungil yg berlangsung dimasyarakat. Dalam program ini seekor kerbau disembelih & dinikmati dengan.
Berjarak 9 kilometer dari Payakumbuh atau 3 kilo meter dari simpang Sarilamak. Utk hingga ke area ini kita mesti terjadi kaki 300 m.

Tips

1. Pantaulah cuaca saat akan berkunjung ke Air Terjun Sarasah Tanggo, karena akan sangat menganggu liburan anda jika tiba-tiba turun hujan.

2. Anda bisa membawa makanan sendiri untuk menghemat pengeluaran selama wisata anda.

3. Bawalah barang-barang anda seperlunya. Karena jika terlalu banyak, akan memberatkan anda sendiri.

4. Jika hari libur, biasanya pengunjung yang datang ke Air Terjun Sarasah Tanggo sangat ramai. Jadi, ada baiknya datang di hari-hari biasa saja agar anda bisa bebas berwisata di air terjun ini.

Sunday, March 13, 2016

Air Terjun Sarasah Gantuang – Agam

Air Terjun Sarasah Gantuang terletak di Jorong Sungai Guntuang, Kanagarian Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat.
Air Terjun Sarasah Gantuang atau dikenal dgn nama Air Terjun Tiga Tingkat terletak antara dua lembah raksasa, yg airnya tetap mengalir ke tengah nagari Palupuah. Air terjun ini terdiri dari tiga tingkatan di mana tingkat perdana paling tinggi sarasah ini mempunyai ketinggian terjunan air kurang lebih 10 m bersama satu buah telaga batu yg kerap memancarkan kilauan pelangi bila terkena sinar matahari.
Utk tingkat ke-2 & ke3 diperkirakan masing-masing mempunyai ketinggian antara 12 sampai 14 meter, serta bersama telaga seukuran diameter lima meter. Dari ke-2 air terjun itulah tersembul uap air & embun yg mengepul seperti cendawan raksasa. Bahkan dari tingkat itu pun senantiasa terdengar gemuruh hempasan air.
Buat menuju ketingkat dua, tetap gampang buat ditempuh dgn jalan kaki. Namun buat ketingkat terakhir, terpaksa mesti merangkak sebab medan terjal & licin.
Masyarakat di lebih kurang kawasan air terjun mengkeramatkan sarasah ini. Mereka yakin tiap-tiap ada musibah yg dapat menimpa, air sarasah bakal bergemuruh atau bakal ke luar ikan bersirip emas dari basic telaga. Sebab kepercayaan itu pun masyarakat tak berani menebang pohon dekat sarasah.
Berjarak kurang lebih 7 kilo meter dari pusat Nagari Pasia Laweh, menuju Nagari Pagadih, Palupuh. Persisnya di tengah jajaran Bukit Barisan, yg mendaki & menurun diantara lembah hijau di tengah punggung Sumatera. Jalan ke Sarasah Guntuang lumayan keren & mulus, tetapi mempunyai sekian banyak tanjakan & turunan tajam yg lumayan menggigilkan telapak kaki.

Tips

1. Pantaulah cuaca saat akan berkunjung ke Air Terjun Sarasah Gantuang, karena akan sangat menganggu liburan anda jika tiba-tiba turun hujan.

2. Anda bisa membawa makanan sendiri untuk menghemat pengeluaran selama wisata anda.

3. Bawalah barang-barang anda seperlunya. Karena jika terlalu banyak, akan memberatkan anda sendiri.

4. Jika hari libur, biasanya pengunjung yang datang ke Air Terjun Sarasah Gantuang sangat ramai. Jadi, ada baiknya datang di hari-hari biasa saja agar anda bisa bebas berwisata di air terjun ini.

Air Terjun Bertumpuk Mirip Piramida di Padang


detikTravel Community -  
Selain kuliner dan keindahan pesisir pantai, Kota Padang di Sumbar punya air terjun indah yang tersembunyi. Namanya air terjun Sarasah Ulu Gadut, yang bentuknya pun unik karena berupa bebatuan bertumpuk-tumpuk seperti piramida.

Air terjun yang ini berada di pedalaman hutan Bukit Sarasah, Desa Koto Baru, Ulu Gadut, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Berjarak 17 km sebelah pusat  atau 2 km dari LIK Gadut dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.

Menurut ceritanya Air Terjun Sarasah Ulu Gadut ini disebut juga dengan Air Terjun Sarah Banyak Gariang. Dahulunya kolam air terjun tersebut banyak ikan Gariang, karena itu masyarakat Ulu Gadut memberi nama Air Terjun Sarasah Banyak Gariang yang berada di ketinggian sekitar 40 meter.

Menuju Air Terjun Sarasan Ulu Gadut sangat mudah dapat dilalui menggunakan kendaraan beroda dua dan empat namun baiknya menggunakan motor agar lebih mudah dan santai. Pada kesempatan itu saya bersama rekan komunitas mencoba menikmati indahnya air terjun tercantik di Kota Padang ini.

Perjalanan menuju air terjun dimulai dengan mengikuti jalan Raya Ulu Gadut hingga menemukan jalan yang berbatu. Kemudian sampai di posko sebelum jembatan kayu berwarna cat hijau yang memiliki atap seperti rumah. Pokoknya jalannya lurus saja mengikuti jalan utama. Bila ragu dapat bertanya kepada peduduk sekitar mereka akan dengan senang hati menunjukan arahnya.

Sesampainya di posko, kendaraan diparkirkan. Posko ini berupa rumah penduduk yang memiliki kedai. Cukup membayar uang masuk Rp 3000 per orang dan parkir Rp 2000 per motor, sudah bisa memulai perjalanan

Untuk sampai lokasi, hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja,  cukup mudah, sudah ada jalurnya, tidak ada jalan yang mendaki atau turunan tajam, hanya menyusuri perkebunan mayarakat. Ikuti saja jalan setapak hingga bertemu dengan aliran sungai. Jalannya lurus dan tidak ada persimpangan.

Kunci bila ingin menjelajah air terjun itu adalah cukup mengikuti aliran sungai pasti akan bertemu dengan sumbernya. Ketika bertemu dengan aliran sungai berarti semakin dekat dengan air terjun.

Dengan menyusuri aliran sungai akan bertemu dengan air terjun bila cuaca sedang bagus, namun bila cuaca kurang baik, bagusnya melewati perkebunan masyarakat yang berada di tepian sungai. Untuk sampai ke air terjun tersebut dapat memakan waktu kurang lebih 1,5 jam dengan jarak tempuh kira-kira 6 km.

Sesampainya di lokasi akan disambut dengan pemandangan air yang terjun yang menakjubkan. Panorama jutaan kubik air yang menghempas bebatuan begitu mempesonannya dan jatuh menyebar ke segala arah.

Wajar saja dikatakan cantik, sebab air berjatuhan melewati bebatuan yang berbentuk seperti kubus menumpuk layaknya bangunan piramida.  Air terjun ini merupakan Air Terjun Sarasah Ulu Gadut tingkat pertama dengan ketinggian sekitar 6-8 m.

Air Terjun Sarasah Ulu Gadut sebenernya memiliki 7 tingkatan dan masing-masing tingkatan tersebut memiliki jalur tersendiri. Dari air terjun tingkat pertama ini akan terlihat air yang mengalir lurus dari kejauhan yang merupakan Air Terjun Sarasah Ulu Gadut tingkat kedua.

Untuk bisa sampai ke sana cukup mudah dengan menaiki bebatuan dari air terjun tingkat pertama. Ketinggian air terjun ini sekitar 10-15 meter dan memiliki sebuah kolam.  Jika telah sampai di lokasi, harus hati-hati karena bebatuan di air terjun ini yang licin dan berlumut. Pengunjung biasanya bila datang ke Air Terjun Sarasah Ulu Gadut ini hanya sampai tingkat pertama dan kedua.

Tak banyak yang mau mengeksplore lagi hingga ke tingkat ketujuh sebab trackingnya cukup sulit dan memacu adrenalin. Saat itu saya berhasil semua tingkatan air terjun ini. Untuk bisa sampai ke tingkatan paling tinggi dapat menaiki dan menyusuri tebing yang kemiringannya cukup menantang kira-kira di atas 50 derajat. Jalanan cukup licin dan berbatu. Perlu konsentrasi yang ekstra saat melewatinya.

Rugi rasanya bila tidak bermain air dan mandi di bawah kucuran air terjun yang mengenai badan. Sungguh menyegarkan. Begitu juga kurang lengkap bila tidak mengabadikan momen berlatarkan air terjun dan diunggah ke sosial media.

Air Terjun Sarasah Ulu Gadut merupakan salah satu objek wisata alam yang bisa menjadi alternatif untuk berlibur melepaskan penat terutama bagi mereka yang hobi tracking dan berpetualang. Penasaran? Tidak ada salahnya bila datang ke Kota Padang mecoba tracking ke Air terjun Sarasah Ulu Gadut yang cantik ini.


Air Terjun Pelukahan di Kabupaten Sijunjung


Setelah tulisan tentang Pasir Putih Silokek di Kabupaten Sijunjung pada postingan yang lalu, kali ini akan diulas sedikit informasi tentang Air Terjun Pelukahan yang berada di dalam kabupaten Sijunjung juga. Pernahkah anda mendengar tentang air terjun Pelukahan ini? Saya yakin mayoritas pembaca blog ini belum pernah mendengarnya. Bahkan, sewaktu saya mencari informasi melalui telepon ke Dinas Pariwisata Kabupaten Sijunjung tentang nama air terjun ini, saya harus dioper beberapa kali karena ketidaktahuan beberapa yang menerima telepon saya. Sebelum akhirnya salah satu memberikan jawaban bahwa nama air terjun adalah Pelukahan.

Silokek yang cukup terkenal dengan obyek wisatanya membuat beberapa orang menyebut nama air terjun ini dengan nama air terjun Silokek karena terletak di dekat kanagarian Silokek. Namun begitu, air terjun Pelukahan berada dalam wilayah kenagarian Durian Gadang Kabupaten Sijunjung 
Beberapa informasi juga membenarkan bahwa nama air terjun tersebut memanglah Air Terjun Pelukahan. 

air terjun pelukahan

Untuk sampai ke air terjun yang termasuk dalam kawasan wisata Musiduga (Muaro, Silokek dan Durian Gadang), harus melalui Muaro Sijunjung, yaitu Ibukota kabupaten Sijunjung. Setelahnya harus melewati Silokek, karena jalur tersebut adalah akses satu-satunya menuju air terjun Pelukahan.  Obyek wisata yang bisa dinikmati di Silokek, dan cukup terkenal adalah Pasir Putih. Mempunyai alam cukup elok, yaitu perpaduan ngarai-ngarai eksotis dengan pasir putih yang terhampar di pinggir sungai. Jika telah puas menikmati pemandangan di Silokek, perjalanan diteruskan lebih kurang 3 km menuju ke nagarian Durian Gadang. Namun alangkah baiknya jika selalu bertanya sebab tidak ada penunjuk sama sekali arah lokasi air terjun ini. Perlu diketahui air terjun Pelukahan terletak di atas bukit dan tidak terlihat dari jalan utama. Untuk mencapai air terjun, kita mesti berjalan kaki melewati hutan. Sesekali akan kita jumpai aliran air jernih yang datangnya dari arah puncak air terjun. Jarak Air terjun dari jalan utama lebih kurang 500 m. Walaupun demikian jalanan setapak yang dilalui menuju air terjun ini cukup bagus, sehingga perjalanan terasa menyenangkan sambil menikmati hutan-hutan di sekelilingnya.

Apabila pemerintah setempat lebih memperhatikan objek ini, dengan pengelolaan yang baik dan meningkatkan sarana dan prasarana di Objek ini, bukan tidak mungkin air terjun Pelukahan bisa menjadi salah satu daya tarik kunjungan wisata ke Kabupaten Sijunjung.

Air Terjun "Pelangi" di Pelangai

Pesisir Selatan selain memiliki panorama bahari, juga memiliki sejumlah objek wisata alam menarik lainnya. Air Terjun Pelangai Gadang adalah salah satunya. Air terjun ini berada sekitar 10 Kilometer dari Balai Selasa, ibu kecamatan Ranah Pesisir. Tepatnya berada di hulu Nagari Pelangai. Keindahannya tidak kalah dari Air Terjun Bayang Sani yang sudah tersohor itu. Bila Anda sempat ke Pessel silahkan menikmati eloknnya keajaiban alam ini.

Air Terjun "Pelangi" di Pelangai

Dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak lebih kurang lima kilometer dari pusat Nagari Pelangai, Anda akan memukan keindahan alam yang dimaksud. Ekologi dan habitat tanaman rimba di kelilingnya tampak masih terawat dari tangan tangan jahil. Hutan, bebatuan alami dan makhluk hidup menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan satu sama lain.
Sebuah dinding karang lebar menghadap kebarat terpampang bak kanvas raksasa berwarna hitam, dan pada beberapa sisi ditumbuhi lumut dan gulma. Diujung atas kanvas raksasa itu adalah ujung dari sungai kecil yang mengalir dari perbukitan. Air yang berasal dari pucuk tebing yang masih bagian gugusan Bukit Barisan itupun jatuh atau terjun bebas setinggi 50 meter lebih. Sungguh pemandangan yang indah.
Air yang dari pucuk dinding itu sebelum sampai kebawah, sebagiannya terbang diterpa angin dan menjadi embun lembut. Ia melayang, ia pulalah yang membuat suasana di kawasan objek wisata menjadi semakin sejuk dan romantis. Embun yang terbang itu membentuk miliaran kristal air. Bila ditimpa cahaya mentari menghasilkan pelangi sangat indah dikaki air terjun. Masyarakat sekitar atau pengunjung yang datang kesana, biasanya akan menemukan pelangi itu. Sepanjang kawasan itu disinari mentari. Pelangi abadi, kata salah seorang pengunjung disana. Air yang tidak menjadi embun, terus jatuh ke kolam yang telah menjadi lubuk nan cantik itu. Gemericik airnya menyergap hati pengunjung, kemudian iramanya akan membalut  pengunjung kesuasana yang sangat alami. Lubuk yang berupa piringan seluas dua puluh meter persegi itu juga menawarkan air yang sangat jernih.
"Jadi kekuatan Air Terjun Pelangai Gadang tersebut adalah keasrian, keindahan dan airnya yang bersih. Anda akan saksikan pelangi sepanjang waktu disana," kata Darmawan salah seorang warga Balai Selasa.
Warga setempat selalu membersikan jalan menuju Air Terjun setiap Bulan Baik, selain itu warga disana juga berkomitmen untuk tidak mengganggu asset yang berharga itu. Batu batu karang yang terdapat di sekitar piringan dibiarkannya utuh. Tak satupun yang diganggu. Batu batu itu, juga sering dimanfaatkan pengunjung dan warga untuk duduk duduk dan aktifitas lainnya, misalnya shalat atau diabadikan.
Dikawasan ini, anda juga akan disuguhi suara kicauan burung dalam rimba. Bila siang atau sore hari dan tidak banyak pengunjung, biasanya berbagai kawanan burungpun akan singgah dilokasi tersebut. Kawanan itu tampak mandi dengan riangnya.
Objek wisata air terjun Pelangai Gadang, biasanya akan ramai dikunjungi saat menjelang bulan puasa atau balimau. Saat balimau, biasanya ribuan pengunjung datang. Mereka tidak hanya terkonsentrasi di piringan air terjun. Akan tetapi juga menyebar di iliran air terjun. Rupanya iliran air terjun juga menawarkan keindahan yang tidak kalah menariknya.
Batu batu besar disepanjang iliran air terjun menambah daya tarik kawasan air terjun. Batu besar itu akibat proses alamiah telah terbentuk menjadi batu batu antik. Disela sela batu itu mengalir air dari air terjun. Disela sela batu itu pula warga sekitar sering "mangaik" mungkuih.
Pada beberapa tempat dihilir air terjun juga terdapat sejumlah lubuk. Lubuk itu tampak jernih dan sangat menarik, sehingga bebatuan yang ada didasar lubuk terlihat dengan jelas. Pengunjung juga sering menikmati kesejukan air di dalam lubuk yang airnya sangat tenang itu.(09)